Pohuwato,(kabarkriminal.id) – Kebijakan Sosial dalam Kebutuhan Ekonomi Kabilasa di Tambang Bulangita, kecamatan Marisa kabupaten Pohuwato, Saptu (08/11/2025).
Insiden kematian kabilasa di Tambang Bulangita memicu perdebatan tentang tanggung jawab dan peran para kabilasa dalam sistem tambang.
Saat berbincang dengan Tim kami, Istri Muku Mardaing, warga Desa Teratai, Kecamatan Marisa, mengungkapkan bahwa dirinya kecawa terhadap oknum yang selalu permasalahkan tambang Bulangita sebagai tempat pemenuhan kebutuhan orang banyak, Apalagi sudah mencatut nama baik sekeluarga.
“Sala kami apa, harus tangkap dan-lain di lontarkan di grup dan di posting di fb, ini mengundang emosi dan memancing konflik.
Intinya, Mereka bekerja di tambang demi keluarga, meski beresiko. Keluarga korban tidak menuntut apapun!, karena memahami bahwa kabilasa adalah para pencari riski dimana lokasi ada hasil para kabilasa disitu mereka ambil material, terang Istri Aba Muku.
Kepada korban, dirinya menegaskan bahwa pihaknya hanya membantu secara sosial, bukan sebagai pihak yang bertanggung jawab. Ia menyoroti bahwa tuntutan yang muncul justru merugikan sepihak dan bisa memicu emosi.
Dari perspektif sosial, kabilasa sering kali dianggap sebagai bagian dari ekosistem tambang yang tidak terlihat, namun memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Mereka bekerja di lokasi berisiko tinggi, namun tidak melihat bahaya. Kami berharap tuntutan didasarkan pada fakta dan kejelasan, agar tidak menimbulkan konflik yang tidak perlu. Ia menegaskan bahwa kami keluarga hanya ingin hidup tenang dan aman, bukan menjadi korban dari kepentingan yang terus-menerus, tutupnya.














