Pohuwato, (KABARkriminal.id) – Penertiban PETI yang dilakukan Polres Pohuwato beberapa Minggu lalu dan hari ini dinilai tidak efektif dalam menindak perusak lingkungan.
Berdasarkan pantauan PW. Investigasi, aktivitas alat berat di wilayah PETI seperti Potabo, Dam, Borose, dan dulamayo, alamotu, botudulanga, Dengilo, patilanggio serta Popayato masih berlangsung.
Hal ini menunjukkan bahwa pihak terkait seperti APH, BKSDA, dan Kehutanan, serta DLH belum mampu mengendalikan aktivitas tambang ilegal tersebut.
Keterlibatan pihak-pihak terkait dalam pengumpulan atensi menunjukkan adanya ketergantungan atau komplotan yang memperparah masalah dan merekalah otak perusak lingkungan.
Para pelaku usaha tidak takut karena dianggap sudah memiliki koneksi dengan instansi terkait. Hal ini menggambarkan kelemahan dalam penerapan hukum dan pengawasan tidak efektif terkesan hanya tutup mata.
PW. Investigasi menekankan perlunya pencegahan terhadap pertambangan ilegal, perlindungan lingkungan dari pencemaran, serta peningkatan kesadaran pelaku usaha untuk mematuhi aturan hukum.
Mereka juga menghimbau agar para pengumpul atensi sadar bahwa mereka justru menjadi bagian dari perusakan lingkungan, pengumpul atensi dan pelaku usaha Wajid di tangkap sebab Mereka di balik sekenario PETI.
Penertiban harus dilakukan dengan tindakan tegas dan transparan, agar masyarakat benar-benar tau jangan sampai hanya permalitas saja
Sebab kalau Penertiban dilakukan sungguh maka lingkungan dan pemukiman tetap terjaga,(Butota Merah).













