Pohuwato, (kabarkirminal.id) – Penertiban yang dilakukan oleh Porkopimda di lokasi PETI selama 10 hari tidak berhasil menghentikan aktivitas Saidi dan Parman yang berada di Peti Potabo dan merupakan CA.
Meski alat-alat pertambangan telah diturunkan, keduanya tetap beroperasi tanpa menghiraukan peraturan yang diterapkan. Diduga saidi farman memiliki 4 alat eskalator.
Menurut sumber terpercaya, mereka terus bekerja hingga saat ini, menunjukkan ketidakpedulian terhadap upaya penertiban yang dilakukan oleh Forkopimda.
Narasumber menyebutkan bahwa pertanyaan mengenai siapa pihak yang mendukung kegiatan Saidi dan Parman tetap menjadi misteri !.
“Pak sapa yang dibelakang Saidi deng Farman sampai sekarang dorang kerja terus”? Berati dalam penertiban ini kacili oknum polisi dan kehutanan.
Katanya, Meski penertiban telah dilakukan, tidak ada tanda-tanda perubahan signifikan dalam aktivitas mereka. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penertiban masih kurang efektif dalam menghentikan praktik ilegal di kawasan tersebut.
Kami berharap pihak berwenang atau Forkopimda dapat lebih serius dalam menindaklanjuti penertiban ini, agar kegiatan ilegal seperti ini tidak terus berlangsung.
Mereka meminta Alat berat Lokasi PETI Potabo dan Dam, Tombaha, Kulambu dan Tomula , taluditi serta Popayato di turunkan semua.
Sebab Penertiban yang hanya bersifat formal tanpa dukungan yang kuat tidak akan mampu mengubah situasi di lapangan.
Tim Butota Merah












